Wisata Kelenteng Sam Poo Kong
Kelenteng Sam Po Kong adalah bekas tempat persinggahan serta pendaratan pertama seorang Laksamana dari Tiongkok yang beragama Islam yang bernama Zheng He atau Cheng Ho. Tempat ini biasa disebut dengan nama Gedung Batu, karena bentuknya merupakan Gua Batu besar yang terletak di sebuah bukit batu. Terletak di daerah Simongan atau sebelah barat daya Semarang.
Sekarang tempat tersebut sudah dijadikan sebagai tempat peringatan dan juga tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat berziarah. Untuk keperluan tersebut, di dalam gua batu ini diletakan sebuah altar dan patung-patung Sam Po Tay Djien. Padahal laksamana Cheng Ho adalah seorang muslim, tapi oleh mereka sudah dianggap seperti dewa. Hal ini bisa dimaklumi mengingat agama Kong Hu Cu menganggap orang yang sudah meninggal bisa memberikan pertolongan kepada mereka.
Seperti umumnya bangunan kelenteng, Kelenteng Sam Poo Kong yang ada di Simongan, Semarang, ini juga didominasi oleh warna merah. Sejumlah lampion berwarna merah tidak saja menghiasi kelentengnya, tapi juga pohon pohon yang menuju pintu masuk.
Kini di dalam goa tersebut ada Patung Cheng Ho yang dilapisi oleh emas dan digunakan sebagai ruang untuk sembahyang dalam memohon doa restu keselamatan, kesehatan dan juga rejeki. Selain bangunan inti berupa goa batu tersebut, yang dindingnya dihiasi oleh relief tentang perjalanan Cheng Ho dari China sampai ke pulau Jawa, di area ini juga terdapat satu kelenteng yang besar dan dua tempat sembahyang yang kecil.
Tempat pemujaan lainnya adalah kyai Jangkar, karena di sini tersimpan jangkar asli dari kapal Cheng Ho yang dihias dengan warna merah pula. Di sini digunakan sebagai tempat untuk sembahyang arwah Ho Ping, yaitu mendoakan arwah yang tidak memiliki sanak keluarga yang mungkin belum mendapatkan tempat di alam baka.
Lalu terdapat tempat pemujaan Kyai Cundrik Bumi, yang awalnya adalah tempat penyimpanan segala jenis persenjataan yang digunakan oleh awak kapal Cheng Ho, serta Kyai serta Nyai Tumpeng yang mewakili tempat penyimpanan bahan makanan di jaman Cheng Ho.
Karena seluruh area dimaksudkan untuk sembahyang, tidak semua orang dapat memasukinya. Bangunan kuil, baik yang besar ataupun yang kecil dipagari dan pintu masuknya dijaga petugas keamanan. Hanya yang bermaksud sembahyang yang diijinkan masuk sedangkan wisatawan yang mau melihat lihat dapat melihat dari balik pagar.
Di bulan Agustus contohnya, selalu diadakan festival untuk mengenang datangnya Cheng Ho ke Semarang. Pada bulan Agustus 2009, festival diadakan di tanggal 18 untuk memperingati HUT ke 604 kedatangan Cheng Ho. Perayaan disertai oleh arak-arakan, bazar dan festival Barongsai. Hari hari besar lainnya yang dirayakan di sini di antaranya Hari Raya Imlek dan hari kelahiran Cheng Ho. Kedatangan turis asing, khususnya dari China, menunjukkan jika Sam Poo Kong sudah dikenal luas di dunia. Berdasarkan uang sedekah yang ditinggalkan oleh para pengunjung, Kuil Gedung Batu ini sering dikunjungi oleh turis turis asing contohnya Amerika, Rusia, Brazil serta negara negara lain.
SUMBER : http://tempatberwisata.com/wisata-kelenteng-sam-poo-kong.html






0 komentar:
Posting Komentar